The One That Got Away

Nggak akan nutup-nutupin kalau gue sedih dan kecewa dengan hasil pilkada hari ini. Boleh dong, sedih bentar karena pilihannya kalah? Hehe. Sedih karena ketika Jakarta mulai keliatan progress-nya setelah bertahun-tahun ngejogrok begitu aja, eh gubernurnya mau diganti mostly hanya karena agamanya beda sama mayoritas penduduk Jakarta.

Mungkin gue kecewa karena gue sendiri nggak pernah nilai orang dari agama. Menurut gue, orang kalo baik ya baik aja, jahat juga jahat aja, nggak peduli apa agamanya. Toh mantan Menteri Agama aja bisa korupsi dana haji dan pengadaan Qur’an, tindakan yang menurut gue sangat-sangat menistakan agama Islam dan nggak ada demo apapun dari FPI (oh the irony). Jadi milih pemimpin hanya berdasarkan agama emang nggak pernah bisa masuk di otak gue. Proyek MRT yang akhirnya jalan, titik banjir yang berkurang, bantaran kali yang dirapiin, dan rusun yang dibangun untuk ngebenerin daerah kumuh di Jakarta seolah nggak ada artinya sama sekali. Kebijakan-kebijakan Pak Ahok, meskipun bukan tanpa kritik, udah banyak banget bawa kemajuan untuk Jakarta.

Sekarang, Jakarta akan ganti gubernur. I used to have a lot of respect for Pak Anies. Awal-awal dia mencalonkan diri jadi gubernur pun gue masih biasa aja. Tapi ketika dia udah memutuskan untuk deket-deket ke FPI, dateng ke Petamburan, dan menyanjung Rizieq sebagai “guru kita semua”, that’s where I’ve lost it. Orang yang sudah jelas-jelas menghina agama lain dengan sengaja, nyebarin fitnah-fitnah nggak jelas soal palu arit, dan hobinya cuma teriak kafir sana sini nggak akan pernah gue anggap sebagai guru, imam besar, apalagi ulama. The fact that Pak Anies decided that it’s okay to stand by this guy is beyond me. Especially after all that “Tenun Kebangsaan” and how he used to promote the beauty of diversity. I feel robbed.

Mungkin warga Jakarta memang belum siap dan belum pantes punya gubernur yang bisa membawa perubahan baik. Selama agamanya non-Muslim dan ada calon lain yang Muslim, mau itu Raffi Ahmad atau Ahmad Dhani yang maju pasti akan tetap dipilih yang Muslim. Hasil kerja nggak penting, yang penting agama di KTP. Gue yakin Allah SWT punya rencana yang jauh lebih baik untuk Pak Ahok dan Pak Djarot, karena gue percaya banget kata-kata ulama Quraish Shihab, yaitu “Tuhan berhak mengutus siapapun untuk kebaikan di bumi ini.” Nggak pake pilih-pilih mana yang kafir dan mana yang enggak.

Buat Pak Anies, semoga jabatan barunya amanah ya, Pak. Kalau sekarang pandangan saya ke Bapak masih negatif, semoga dalam 5 tahun ke depan pikiran saya ini bisa berubah. Meskipun saya sedih, tapi Bapak adalah pilihan mayoritas warga Jakarta, termasuk beberapa sahabat terdekat dan saudara saya. Lanjutkan pembangunan yang udah berjalan dan semoga Bapak juga bisa membawa kebaikan untuk Jakarta.

Terakhir, buat Pak Ahok dan Pak Djarot, sebagai bocah millenials ngehe yang baru beberapa kali ngerasain pemilu, saya mau ngucapin terima kasih banyak buat pengabdiannya selama ini. Saya jadi optimis tentang pembangunan Jakarta dan semangat nyoblos di pilkada, semua karena hasil kerja bapak berdua. We will always remember your strength and determination to improve our beloved capital.

And for that, we are forever grateful to you.

Cv5vOUwVIAA7x3-.jpg

Advertisements

8 thoughts on “The One That Got Away

  1. Daraaaa… Aku patah hati… Sudah berharap kalau perubahan yang sudah baik ini bisa berlanjut. Kasih kesempatan buat BADJA utk nyelesein kerjaannya. Tp emang Tuhan sepertinya punya rencana yang lebih indah, ya. Toh emang semua bisa kek gini juga karena izinNya. Semoga aja deh, Pak Gubernur baru bisa lebih baik. Tp mengingat dua udah gandeng FPI, kok, ngeri yaaaaa…..

    Like

    1. Iya sedih banget ya kak. Sakit hati banget banyak orang yang ngakuin Ahok kompeten dan hasil kerjanya keliatan, tapi pada nggak mau milih lagi cuma karena dia non-Muslim. Tapi iya mungkin Tuhan punya rencana lain yang kita semua nggak bisa tebak. Semoga yang terbaik aja buat warga Jakarta.

      Like

  2. Jessica….. sama bgt ini sama pikiran sumi…

    Sumi pun lelah sama yg apa2 bawa agama… orang baik yah baik aja gak pake agamanya apa… semua agama ngajarin yg baik kan..

    Mungkin pembelajaran agama sumi kurang, cuma kalau orang baik dan mampu bikin jakarta lebih baik kenapa engga.

    Semoga yg baru bisa bikin yg lebih baik dr pak ahok yah… they gave a high standard to catch up…

    Tertanda
    Sumi

    Like

    1. Sumiiii 😦 semoga warga Jakarta lama-lama sadar ya mereka udah kehilangan siapa. Kalo kata quotes kan “you don’t know what you got until it’s gone” :”) Ternyata masih susah ya nilai orang berdasarkan kinerjanya, bukan agamanya.

      Like

  3. Alhamdulillah, segala apa yang terjadi sudah merupakan takdir Allah SWT dan hanya Allah SWT yang maha mengetahui mana yg baik bagi hambaNya. Baik di mata manusia belum tentu baik di mata Allah SWT, dan Allah SWT tidak pernah mendzalimi hambaNya sedikitpun. Jika kesulitan di dunia namun berbuah kebahagiaan di akhirat, maka tentu itu lebih baik karena dunia hanya sementara namun akhirat kekal, lagipula dunia merupakan ujian bagi seluruh manusia apakah taat kepada Allah SWT. Semoga kita selalu menjadi insan yang tidak pernah berputus asa dengan rahmat Allah SWT

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s